Sistem Pendidikan Tertua di Indonesia? Pondok Pesantren! Lebih Tua dari Negara ini, Namun Tetap Relevan hingga sekarang

Pesantren-Tertua.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan berakar dari tradisi pendidikan lokal.

 

Pesantren bukan hanya sekedar lembaga pendidikan agama, tetapi juga hasil adaptasi budaya Islam dengan tradisi Nusantara.

 

Akar Sejarah Pesantren

Pesantren di Indonesia diperkirakan  dimulai pada abad ke-14, seiring dengan datangnya Islam ke Nusantara, khususnya di Pulau Jawa.

 

Kata Pesantren berasal dari kata “santri”

yang berarti murid, dengan tambahan awalan “pe-” dan akhiran “-an”.

 

Istilah “Pondok” juga sering digunakan untuk menyebut Pesantren, berasal dari bahasa arab “funduq”  yang memiliki arti penginapan atau asrama.

 

Asal usul dan Perkembangan Pesantren

 

  1. Akar Tradisi Lokal

 

Pesantren muncul dari perpaduan tradisi pendidikan lokal seperti padepokan dan dukuh, yang sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia.

 

Jadi, asal usul pesantren bersumber dari pertemuan antara tradisi lokal Nusantara (pertapaan, surau, gotong royong) dengan tradisi keilmuan Islam dari Timur Tengah, sehingga lahirlah model pendidikan khas Indonesia yang kita kenal hingga sekarang.

 

  1. Pengaruh Hindu-Buddha

 

Beberapa ahli berpendapat bahwa sistem pendidikan pesantren juga dipengaruhi oleh tradisi pendidikan Hindu-Budha, terutama dalam hal asrama atau tempat tinggal murid. 

 

Sistem pesantren sebenarnya melanjutkan tradisi pendidikan lokal pra-Islam, seperti mandala atau asrama dalam agama Hindu-Budha, di mana murid tinggal bersama guru “resi” ( guru Hindu-Budha)

 

Bedanya, pesantren menekankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik (kitab kuning) dan praktik keagamaan Islam.

 

  1. Peran Wali Songo

 

Penyebaran Islam oleh Wali Songo turut berperan dalam perkembangan pesantren. Mereka mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan agama Islam dan mempersiapkan kader dakwah. 

 

bahwa pesantren awal muncul sejak abad ke-14 melalui Wali Songo, kemudian berkembang pesat pada abad ke-17

sampai 19 oleh ulama lokal, hingga menjadi sistem pendidikan Islam khas Indonesia.

 

Jadi, tokoh-tokoh awal lahirnya pesantren berawal dari Wali Songo (seperti Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijaga) yang kemudian dilanjutkan oleh para kiai lokal hingga berkembang pesat di berbagai daerah.

 

  1. Perkembangan Pesantren

 

Awalnya, pesantren berfokus pada pengajaran agama Islam secara tradisional dengan sistem sorogan dan bandongan.

 

Seiring waktu, pesantren berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih modern dengan menggabungkan pendidikan agama dan umum. 

 

Adapun Beberapa Fungsi Pesantren 

Sejak dahulu, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat dakwah, pengkaderan ulama, hingga perlawanan terhadap kolonialisme, berikut kami jabarkan.

 

  1. Fungsi Pendidikan

 

Pesantren menjadi pusat belajar ilmu agama Islam, khususnya melalui kajian kitab kuning (fiqih, tauhid, tafsir, hadis, nahwu, sharaf, dll).

 

Juga mengajarkan akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian santri.

 

  1. Fungsi Dakwah

 

Kiai dan santri menjadi ujung tombak dakwah Islam di masyarakat.

 

Pesantren menanamkan nilai keislaman yang ramah, damai, dan kontekstual dengan budaya lokal.

 

  1. Fungsi Sosial

 

Menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar (pengajian, perayaan hari besar Islam, majelis taklim).

 

Menumbuhkan solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

 

  1. Fungsi Kultural

 

Pesantren melestarikan tradisi keilmuan Islam klasik dan budaya lokal yang Islami (seperti tahlilan, sholawatan, manaqib).

 

Menjadi benteng akhlak dan moral di tengah masyarakat.

 

  1. Fungsi Ekonomi (di era modern)

 

Banyak pesantren sekarang mengembangkan unit usaha (koperasi, pertanian, percetakan, digital, dll) sebagai bentuk kemandirian ekonomi.

 

Membekali santri dengan keterampilan hidup (life skill) agar siap terjun ke masyarakat.

 

  1. Fungsi Politik dan Perjuangan (sejak masa kolonial)

 

Pesantren menjadi basis perlawanan terhadap penjajah, misalnya resolusi jihad 22 Oktober 1945 oleh KH. Hasyim Asy’ari.

 

Kini pesantren juga melahirkan tokoh-tokoh penting di bidang politik, pemerintahan, maupun masyarakat sipil.

 

Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan Islam, melainkan warisan budaya yang lahir dari pertemuan harmonis antara tradisi lokal Nusantara dengan nilai-nilai keilmuan Islam. 

 

Dari masa Wali Songo hingga berkembangnya pesantren modern, lembaga ini telah menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter umat. 

 

Dengan memahami akar sejarahnya, kita dapat melihat bahwa pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia, yang terus beradaptasi tanpa kehilangan ruh tradisi dan nilai keislamannya.

 

Hingga kini, pesantren tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan menjaga nilai keislaman di Indonesia.

 

Wallahu A’lam

Oleh Fadiya fatimatuz zahro

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru