Qurban: Tradisi Penuh Berkah, Menebar Manfaat di Hari Raya

qurban2.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, adalah salah satu perayaan utama dalam agama Islam. Perayaan ini dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai penghormatan atas ketaatan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam kepada perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Berikut beberapa poin penting tentang Idul Adha:

 

  1. Penyembelihan Hewan Qurban

 

Salah satu tradisi utama Idul Adha adalah penyembelihan hewan qurban, seperti domba, sapi, atau kambing. Tindakan ini mengikuti jejak Nabi Ibrahim as yang bersedia mengorbankan putranya atas perintah Allah swt. Penyembelihan hewan kurban dilakukan sebagai bentuk ibadah dan pengorbanan.

 

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ – ٣٤ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصَّابِرِيْنَ عَلٰى مَآ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِۙ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya: ” Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan shalat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.”(Q.S.Al-Hajj:35)

 

 

  1. Berbagi dengan Sesama

 

Daging dari hewan kurban dibagi-bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, yatim piatu, dan kaum menos. Hal ini menunjukkan nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan berbagi yang diajarkan oleh agama Islam.

 


لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ

Artinya: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”(Q.S.Al-Hajj:28)

 

 

  1. Sholat Ied

 

Umat Muslim menghadiri shalat Ied di masjid atau lapangan terbuka sebagai bagian dari perayaan Idul Adha. Shalat Ied dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas segala karunia-Nya dan juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim.

 

Dalam kitab ‘Fathul Qarib’ karya Syaikh Ibnu Qasim al-Ghazi, tertulis:

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وحنثى وامرأة لاجميلة ولاذات هيئة

Artinya: “Sholat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun di perjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis.”

Sementara itu, pendapat ketiga yang menyatakan hukumnya fardhu kifayah didukung oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Keterangan serupa juga didapati dalam buku ‘Fikih Muyassar’ terjemahan Fathul Mujib. Wallahu a’lam bish-shawab.

 

 

  1. Momen Kebahagiaan dan Kebersamaan

 

Selama Idul Adha, umat Muslim berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk merayakan kebersamaan. Mereka saling bertukar ucapan selamat, berbagi makanan, dan menghabiskan waktu bersama dalam suasana kebahagiaan dan kebersamaan.

 

Idul Adha adalah perayaan yang sarat dengan makna spiritual dan nilai-nilai kemanusiaan dalam agama Islam. Melalui penyembelihan hewan kurban, berbagi dengan sesama, shalat Ied, dan momen kebersamaan, umat Muslim merayakan ketaatan mereka kepada Allah dan memperkuat hubungan dengan sesama manusia.

 

Wallahua’lam

M Syahrul Fadhil

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru