Inilah 6 Prinsip Pendidikan Anak yang Diajarkan Rasulullah, Nomor 5 Sering Diabaikan

pendidikan-anak.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Saat ini hampir semua orang tua menyadari bahwa peninggalan yang terbaik bagi anak adalah pendidikan. Pendidikan pertama seorang anak tentunya dimulai dari lingkungan keluarga.

 

Dalam Islam, tanggung jawab orang tua atas pendidikan seorang anak menjadi ketetapan syariat. Oleh karena itu, ada beberapa prinsip yang harus diteladani dari cara Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendidik seorang anak, diantaranya:

 

  1. Menjadi Teladan yang Baik

 

Bagi anak kecil, seluruh perilaku dan perkataan orang lain akan ditiru secara alami, baik ataupun buruk. Di usia meniru ini orang tua dituntut untuk menampilkan perilaku baik yang dapat ditiru anak. Ibnu Abbas pernah bercerita bahwa beliau ketika masih kecil ikut bangun dan sholat malam karena melihat Rasulullah SAW melakukannya.

 

  1. Memberi Nasihat Diwaktu yang Tepat

 

Nasihat tanpa adanya teladan sering kali dianggap angin lalu yang berefek sesaat. Tidak semua nasehat akan diterima oleh anak, apalagi jika waktunya tidak tepat. Mengenai waktu nasihat yang tepat, Nabi SAW bersabda: 

 

عن عمر بن أبي سلمة قال: كنتُ غُلاما في حَجْرِ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وكانتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَة، فقالَ لِي رسول الله صلى الله عليه وسلم : «يا غُلامُ، سمِّ اَلله، وكُلْ بِيَمِينِك، وكُلْ ممَّا يَلِيكَ» فما زَالَتْ تِلك طِعْمَتِي بَعْدُ.

 

Artinya: “Dari Umar bin Abi Salamah beliau berkata, ‘Sewaktu aku kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah SAW. Pernah suatu ketika tanganku kesana kemari (saat mengambil makanan) di nampan, lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ‘Wahai anak kecil, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tanagan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat darimu.’ Maka hal ini menjadi kebiasaan makanku setelah itu,” (Muttafaq Alaih).

 

  1. Bersikap Adil pada Anak

 

Sikap adil ini sangat berpengaruh pada sikap anak. Bahkan di sebagian hadits disebutkan bahwa sikap adil orang tua akan membuahkan bakti dan ketaatan pada anaknya, Nabi SAW bersabda: 

 

اعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلادِكُمْ فِي النُّحْلِ، كَمَا تُحِبُّونَ أَنْ يَعْدِلُوا بَيْنَكُمْ فِي الْبِرِّ وَاللُّطْفِ

 

Artinya: “Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam perkara hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka berlaku adil terhadap kalian dalam berbakti dan berlemah lembut,” (Al-Baihaqi).

 

  1. Memenuhi Semua Hak Anak

 

Anak tidak boleh dikesampingkan hanya karena ia masih kecil dan belum bisa melawan, karena hak anak sudah menjadi tanggung jawab orang tua di atas hak-hak yang lain.

 

Hal ini seperti yang dicontohkan Nabi SAW ketika hendak memberikan sisa air minumnya kepada seseorang yang berada di sebelah kiri beliau. Saat itu, beliau masih meminta izin kepada pada anak kecil yang berada di sebelah kanan beliau untuk memberikan haknya.

 

  1. Selalu Mendoakan Baik bagi Anak

 

Prinsip ini mencerminkan sifat tawakal yang seharusnya dimiliki setiap muslim. Sebaliknya, orang tua jangan sampai mendoakan yang jelek untuk anaknya atas kelakuannya, sekalipun orang tua sedang marah, hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi: 

 

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى خَدَمِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ، فَيَسْتَجِيبَ لَكُم

Artinya: Janganlah mendoakan keburukan atas diri kalian, janganlah mendoakan keburukan atas anak-anak kalian, janganlah mendoakan keburukan atas pembantu-pembantu kalian, janganlah mendoakan keburukan atas harta kalian, ketika bertepatan dengan waktu Allah menurunkan pemberian kepada kalian, sehingga doa kalian dikabulkan,” (HR Abu Dawud).

 

  1. Tidak Banyak Mencela dan Menyalahkan Anak

 

Seorang anak yang melakukan kesalahan memang perlu diperingati. Namun jika selalu dicela dan disalahkan, alih-alih semakin baik anak akan semakin nakal. Rasulullah SAW menjadi teladan yang sempurna dalam hal ini.

 

Anas bin Malik yang menjadi khadam (pelayan) Rasulullah SAW selama sepuluh tahun pernah berkata, “Rasulullah tidak pernah berkata kepadaku tentang perbuatan yang telah kulakukan ‘mengapa kau lakukan’, dan perbuatan yang tidak kulakukan ‘mengapa tidak kau lakukan’,” 

 

Jika semua prinsip pendidikan yang diajarkan Rasulullah SAW ini bisa diterapkan oleh orang tua, tidak berarti anak dipastikan menjadi baik. Banyak faktor lain yang berpengaruh pada pembentukan kepribadian anak. Tapi setidaknya orang tua sudah memberikan pendidikan pada anak dengan benar. Langkah berikutnya tinggal pengawasan tanpa mengekang kebebasan anak.

 

Wallohu A’lam

Oleh Dani Fajar Mujtaba

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru