Bukan Sekadar Menitipkan Anak: Peran Orang Tua dalam Kesuksesan Santri

Santri-Pesantren.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Belakangan ini, pesantren sering menjadi sorotan di kalangan masyarakat. Ramai di sosial media membincangkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pesantren. 

 

Terutama kasus-kasus bullying, santri yang hilang, bahkan kasus pelecehan. 

 

Tidak jarang, pesantren langsung disorot bahkan langsung disalahkan tanpa melihat konteks secara utuh. Padahal, peristiwa ini mengingatkan betapa pentingnya kolaborasi erat antara pesantren dan keluarga. 

 

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan islam yang memiliki tempat untuk tinggal bersama atau asrama bagi para santri yang belajar dibawah bimbingan guru atau kyai. 

 

Dalam sistem tinggal bersama, pesantren memiliki cara tersendiri dalam membentuk karakter dan kedisiplinan santri. Namun, cara ini juga menuntut adanya pengawasan yang lebih intensif dan pendekatan yang lebih manusiawi. 

 

Kolaborasi antara pesantren dan keluarga santri menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang sehat dan aman. Orang tua tidak bisa serta merta melepas tanggung jawab ketika anaknya masuk pesantren. 

 

Selalu melakukan komunikasi yang terbuka, kunjungan berkala, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan pesantren, dapat menjadi jembatan untuk memastikan tumbuh kembang santri tetap berjalan dengan baik.

 

Di sisi lain, pesantren juga dituntut untuk terus berbenah agar dapat menciptakan suasana pesantren yang aman dan damai. 

 

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak di pesantren. Mencakup beberapa aspek seperti teladan dalam ibadah, dukungan emosional, bimbingan, dan mendukung kegiatan keagamaan. 

 

Orang tua bertanggung jawab membentuk karakter anak, mengajarkan nilai-nilai, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan hidup di masa depan.

 

Berikut beberapa peran penting orang tua dalam mendidik anak di pesantren:

 

  1. Dukungan Emosional dan Moral

 

Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak. Serta memberikan dukungan emosional ketika anak merasa cemas, takut, ataupun merindukan keluarga. 

 

Dukungan moral juga perlu diberikan pada anak. Seperti halnya mendoakan anak atau memberikan kekuatan batin padanya. 

 

Orang tua juga harus memberikan semangat dan motivasi agar anak tetap semangat dalam belajar dan beribadah. 

 

Seperti yang pada hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang berbunyi:

 

 عن أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا خَيْرًا لَهُ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: “Dari Ayyub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah SAW  bersabda: Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik dari adab yang baik,” (HR At-Tirmidzi)

 

  1. Menjadi Teladan

 

Orang tua perlu memberikan contoh yang baik bagi anak karena anak selalu meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Seperti beribadah, menjalankan nilai-nilai agama
serta berakhlak baik.

 

عن ابن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ رواه ابن ماجه

 

Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah SAW bersabda: Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka,” (HR Ibnu Majah)

 

Orang tua juga harus mengajarkan arti bersabar, kejujuran, serta tanggung jawab sejak dini.

 

  1. Komunikasi dan Keterlibatan dengan Pesantren

Orang tua perlu berkomunikasi dengan pesantren untuk mengetahui perkembangan anak dan berdiskusi jika ada masalah yang perlu dibahas. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan pesantren, seperti rapat orang tua, dapat meningkatkan dukungan dan sinergi antara keluarga dan pesantren. 

  1. Memantau Perkembangan Anak

Orang tua juga perlu memantau perkembangan anak di pesantren, termasuk akademik, akhlak, dan ibadah. Dengan cara menyempatkan berdiskusi dengan ustadz atau ustadzah di pesantren untuk mendapatkan masukan tentang perkembangan santri.

 

Itulah beberapa peran penting orang tua agar terwujudnya santri yang sukses dan berakhlak. Lantas bagaimana kasus bullying bisa terjadi di pesantren? 

 

Penyebab Adanya Bullying

 

Bullying dapat terjadi di pesantren karena beberapa faktor, antara lain kurangnya pengawasan dari orang tua dan pesantren, perbedaan budaya dan adat di antara santri, serta kurangnya edukasi tentang bahaya bullying. 

 

Selain itu, faktor psikologis seperti kurangnya pengendalian diri dan impulsivitas juga dapat berperan. 

Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat berperan dengan menjalin komunikasi yang terbuka dan intensif dengan anak, juga menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita tentang kesehariannya di pesantren.

 

Pentingnya Edukasi

 

Para orang tua juga bisa memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya empati, toleransi terhadap perbedaan, serta bagaimana cara menyikapi konflik tanpa kekerasan.

 

Sementara itu, pesantren juga perlu menanamkan nilai kasih sayang, saling menghargai, dan tanggung jawab sosial.

 

Kolaborasi ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, di mana santri tidak hanya merasa terlindungi, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang kuat, peduli, dan berakhlak.

 

Batasan Antara Orang Tua dengan Pesantren

 

Tapi disisi lain, penting juga untuk dipahami bahwa ada batasan yang harus dijaga. Orang tua memang wajib memantau dan peduli, tapi bukan berarti ikut campur dalam semua urusan pesantren. 

 

Ada hal-hal yang memang jadi ranah dan tanggung jawab pondok. Seperti pengelolaan kegiatan harian, penegakan aturan, atau pembinaan karakter santri.

 

Jika orang tua terlalu ikut campur, misalnya mempertanyakan setiap aturan atau menuntut perlakuan khusus buat anaknya, justru akan menjadikan sistem di pesantren tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Padahal, salah satu tujuan anak ke pondok adalah belajar mandiri, ikut aturan, dan tumbuh dalam lingkungan yang terstruktur.

 

Kesimpulan

 

Kolaborasi, bukan campur tangan. Orang tua tetap perlu terlibat, tapi dengan cara yang pas seperti memberi dukungan, menjaga komunikasi, dan percaya pada sistem yang sudah dibuat oleh pesantren.

 

Itulah beberapa point penting orang tua dalam mendukung kesuksesan anak di pesantren. 

 

Semoga Allah senantiasa menjaga pesantren-pesantren di seluruh Indonesia, menjadikannya tempat yang aman, berkah, dan penuh cahaya ilmu. 

 

Mari kita doakan agar setiap pesantren mampu menjadi lingkungan yang mendidik dengan kasih sayang, menghindarkan dari segala bentuk keburukan, serta melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia dan kuat dalam iman. 

 

Semoga segala kontroversi yang ada menjadikan pelajaran untuk memperbaiki diri dan sistem, bukan alasan untuk melemahkan peran mulia pesantren dalam membentuk peradaban.

 

Wallahu a’lam

Oleh Amania Akmel Sahqila

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru