Adil Menurut Al-Qur’an: Lebih dari Sekadar Kesetaraan

Adil.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4Keadilan, sebuah konsep yang selalu menghiasi perbincangan tentang moralitas dan tatanan sosial, seringkali menjadi hal yang dijadikan asas utama dalam segala hal dari lingkup kecil seperti keluarga hingga lingkup yang lebih besar seperti tatanan negara seperti pilpres, pengambilan keputusan kenegaraan, pembagian sembako, pembagian hak beasiswa, dan lain sebagainya. ya memang seharusnya seperti itu.

Allah Subhanahu Wata’ala secara gamblang mengutus para rasul untuk mengajarkan tentang keadilan kepada umatnya : 

 

 لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

 

Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami menurunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Hadid : 25)

Dalam artikel ini, kami akan mencoba membahas secara komprehensif tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan “adil,” mengeksplorasi perspektif para ahli serta merenungkan porsionalitas yang menjadi inti dari konsep tersebut. Dari makna umum hingga konsepsi yang lebih spesifik. 

Hakikat kata ‘adil’ tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian hak atau koordinasi dalam penerimaan, melainkan melibatkan porsionalitas yang hati-hati dalam memberikan atau menahan sesuatu. Untuk memahami esensi keadilan, mari kita perhatikan beberapa poin berikut : 

 

  1. Adil adalah Lebih dari Kesetaraan
    Pertama-tama, penting untuk mencermati makna sebenarnya dari kata “adil” Menurut para ahli dan sumber-sumber terkemuka, keadilan tidak hanya berkaitan dengan kesetaraan tetapi juga dengan porsionalitas yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu atau kelompok. Keadilan bukanlah tentang memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang, tetapi memberikan perlakuan yang setimpal dengan kontribusi, kebutuhan, atau kapasitas masing-masing.
  2. Perspektif Keadilan dari Para Ahli
    Dalam buku-buku terkemuka dan pemikiran para ahli, konsep keadilan sering dijelaskan sebagai prinsip moral yang mendasari sistem hukum dan tatanan sosial. John Rawls, seorang filsuf moral terkenal, mendefinisikan keadilan sebagai prinsip yang akan kita pilih dalam kondisi awal ketika kita tidak tahu di mana kita akan berada dalam masyarakat. Artinya, keadilan adalah hasil dari pertimbangan yang cermat terhadap keadaan dan potensi berbagai individu.
  3. Keadilan sebagai Porsionalitas yang Bijaksana
    Lebih jauh, konsep porsionalitas menjadi kunci dalam memahami hakikat kata “adil” Porsionalitas ini melibatkan pemberian hak, sumber daya, atau tanggung jawab sesuai dengan peran, kapasitas, atau kebutuhan masing-masing individu atau kelompok. Dengan memahami konteks dan merinci faktor-faktor yang relevan, kita dapat menciptakan keadilan yang lebih komprehensif dan bijaksana.

Kesimpulan: Mengembangkan Pemahaman yang Mendalam tentang Keadilan

Dalam merangkai konsep keadilan, kita harus melepaskan stereotip bahwa kesetaraan adalah kunci utama. Sebaliknya, kita perlu menerima bahwa keadilan melibatkan pemberian dan penahanan sesuatu dengan mempertimbangkan porsionalitas yang bijaksana. Dengan memahami makna kata “adil” dari sudut pandang para ahli dan memperhitungkan semua aspek yang relevan, kita dapat mencapai keadilan yang sejati dan inklusif.

 

Wallahu A’lam

Oleh M Luqmanul Hakim

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru