Akhlak, Adab, Moral, dan Etika: Sama atau Berbeda?

Akhak-adab-moral-etika.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita sering mendengar istilah akhlak, adab, moral, dan etika. Keempat kata ini digunakan dalam berbagai konteks, dari pendidikan, agama, sosial, maupun profesional. 

 

Keempatnya adalah hal yang sangat penting karena telah mencakup segala pengertian tingkah laku, tabiat, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa atau dengan sesama makhluk.

 

Tetapi, apakah keempat istilah itu sama? Ataukah ada perbedaan yang mendasar diantara keempatnya? 

 

Yuk simak penjelasannya! 

 

Pengertian Akhlak 

 

Definisi akhlak menurut bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu isim masdar dari akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqon, sesuai dengan timbangan (wazan) tsulasi majid af’ala, yuf’ilu, if’alan. Yang berarti tingkah laku, perangai, atau tabiat. 

 

Imam Al Ghazali juga menjelaskan bahwa akhlak adalah sebuah sifat yang tertanam pada jiwa manusia dan dapat menghasilkan satu perbuatan yang mudah dilakukan tanpa ada pertimbangan apapun.

 

الخُلُق حَال للنَّفْسِ دَاعِيَةٍ لَها إلى أَفْعَالَهَا مِنْ غَيْرِ فِكْرٍ وَلَا رِوَيَةٍ 

 

Artinya: “Akhlak merupakan suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk melakukan segala aktivitas secara natural, tanpa memerlukan nalar dan perencanaan,” (Muhammad Abdullah Darraz, Kalimȃt(un) fi Mabȃdi’i Ilmi al-Akhlȃq [cet. Muassasah Hindawi, 2017] hal. 01)

 

Dapat diketahui bahwa akhlak bisa mencakup dua syarat.  Pertama, perbuatan ini dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi kebiasaan. 

 

Kedua, hal itu harus tumbuh dari diri tanpa adanya pemaksaan, bukan karena dorongan ataupun bujukan-bujukan dari orang sekitarnya. 

 

Hal ini termasuk salah satu alasan diutusnya Rasulullah SAW, yakni untuk memperbaiki akhlak masyarakat arab pada masa itu. Dapat dibuktikan dalam hadist yang berbunyi:

 

عَنْ أَبِي هُرَيرة قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّمَا بُعِثتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ”. 

 

Artinya: “ Dari Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda ‘Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik, ” (HR. Ahmad no. 8952 dan Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad no. 273. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Adaabul Mufrad).

 

Dari Ibnu Al-Atsir dalam kitab An-Nihayah menegaskan:

 

حَقِيقَةُ الخُلُقُ أَنَّهُ لِصُورَة الْإنْسَانِ الْبَاطِنَةِ – وَهِيَ النَّفْسِ وَأَوْصَافِهَا وَمَعَانِيهَا-بِمَنزِلَةِ الْخُلْقِ لصُوْرَتِهِ الظَّاهِ رَةِ

 

 

Artinya: “Akhlak secara hakikat diciptakan untuk konstruksi batin manusia, tentang jiwa, berbagai sifat dan esensi kejiwaan tersebut. Hal ini tak ubahnya bagai tubuh yang diciptakan sebagai konstruksi jasmani mereka.”

 

Dari sini, pengertian sederhana yang dapat kita ambil, bahwa akhlak adalah semacam pelindung dalam diri manusia. 

 

Keberadaannya memang tak kasat mata, namun ia memiliki fungsi yang besar. Akhlak inilah yang berfungsi menggerakkan fisik manusia menjadi sebuah sikap nyata dan tutur kata.

 

Pengertian Adab

 

Ketika akhlak dimaknai sebagai watak dasar manusia, maka adab adalah ekspresi yang lahir dari watak tersebut. Artinya Akhlak itu sifat baik dalam hati, sedangkan adab adalah cara kita menunjukkan sifat baik itu lewat sikap dan perilaku.

 

Adab secara bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu kata addaba yang berarti mendidik atau pendidikan. Sedangkan arti adab di kamus bahasa Arab adab juga berarti keramahan, kehalusan, kesopanan, dan kebaikan budi pekerti. 

 

Secara istilah, adab dalam isIam adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama atau budaya.

 

Para ulama mengajarkan bahwa kedudukan adab sebelum ilmu. Karena ilmu tanpa adab bisa menjerumuskan, sedangkan adab menunjukkan kemuliaan hati.

 

Pengertian Moral

 

Dari segi bahasa, moral berasal dari bahasa latin mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat atau kebiasaan. Dalam kamus Besar bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. 

 

Yang berarti, moral adalah dasar dari perilaku manusia yang mempengaruhi cara seseorang hidup bersama orang lain, dan menjadi bagian penting dalam membentuk tatanan masyarakat. 

 

Moral tak hanya menyangkut individu tetapi juga hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat. 

 

Moral bersifat dinamis, artinya bisa berubah seiring waktu karena dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, pendidikan, juga perkembangan zaman. 

 

Moral mencakup panduan nilai, prinsip, dan norma yang mengatur perilaku manusia. Ini mencakup hal-hal seperti kejujuran, kasih sayang, dan larangan terhadap hal-hal buruk (misalnya, mencuri atau membunuh). 

 

Pengertian Etika

 

Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang memiliki pengertian adat istiadat atau kebiasaan, perasaan batin atau kecenderungan batin untuk melakukan sesuatu. 

 

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk juga tentang hak serta kewajiban moral. Dari pengertian kebahasaan ini, terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya tingkah laku manusia. 

 

Moral dan etika sama-sama menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk menentukan baik buruknya. 

 

Kedua istilah tersebut sama-sama bertujuan untuk menciptakan keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga sejahtera lahir dan batin. 

 

Persamaan Akhlak, Adab, Moral, dan Etika

 

Diantara keempatnya memiliki beberapa kesamaan. Pertama, Semuanya berkaitan dengan ajaran tentang perilaku dan sifat yang baik.

 

Kedua, akhlak, adab, moral, dan etika berfungsi sebagai pedoman hidup untuk menjaga martabat kemanusiaan.

 

Ketiga, akhlak, adab, moral,dan etika bukan bawaan sejak lahir, melainkan potensi positif yang bisa dikembangkan melalui pendidikan, pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan yang baik secara terus menerus. 

 

Perbedaan Akhlak, Adab, Moral, dan Etika

 

Namun, meski begitu keempatnya dikatakan berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada sumber, cakupan, juga tujuan. 

 

Akhlak bersumber pada ajaran agama, adab pada aturan dan tatakrama, moral dari nilai-nilai sosial, dan etika pada prinsip-prinsip moral. 

 

Akhlak lebih luas dan mencakup aspek internal dan eksternal, moral lebih fokus pada nilai-nilai sosial, etika pada prinsip-prinsip moral, dan adab pada aturan dan tata krama. 

 

Akhlak bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, moral untuk menciptakan masyarakat yang baik, etika untuk mengembangkan pemikiran moral, dan adab untuk menjamin keharmonisan dalam interaksi sosial. 

 

Setiap istilah juga memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menjalankan kebaikan yang lahir dari hati. Moral bertujuan menciptakan masyarakat yang tertib dan baik.

 

Etika membantu seseorang berpikir kritis dalam menilai baik dan buruk. Sementara adab bertujuan menjaga keharmonisan dalam hubungan sosial agar tercipta suasana yang damai dan saling menghargai.

 

Kesimpulannya, akhlak, moral, etika, dan adab adalah konsep yang saling terkait dan saling melengkapi. Akhlak dan moral memberikan dasar nilai, etika menyediakan kerangka berpikir, dan adab menjadi panduan dalam bersikap sehari-hari. 

 

Dengan memahami perbedaan dan fungsi masing-masing, kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik, bijak dalam bertindak, dan mampu membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak.

 

Wallahu a’lam

Oleh Amania Akmel Sahqila

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru