Asyiknya Bergaul Ala Islam: Panduan Sosial yang Luhur di Era Modern

Pergaulan.png

Share

JURNALISTIK ASY SYADZILI 4 – Di Zaman ini Segalanya sudah semakin canggih mulai dari teknologi sampai pendidikan, tapi mirisnya pergaulan pun semakin bebas. Semua media massa baik elektronik maupun cetak dengan leluasa menampilkan hal-hal yang dapat merusak akhlak generasi muda pada masa sekarang ini.

 

Perhatian islam terhadap pergaulan sangatlah besar, karena adanya urgensi yang besar dan dampak sensitif, sehingga Islam memerintahkan umatnya agar bergaul dengan orang-orang yang benar. Allah SWT. berfirman dalam Al qur’an surat Al kahfi ayat 28 :

 

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا ۝٢٨

 

Artinya: ”Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.”

 

Islam juga telah memberikan intisari dari nasionalisme. Intisari dari nasionalisme adalah rasa kecintaan pada tanah air. slam juga sangat memperhatikan dalam pemilihan seorang teman, karena seorang teman itu secara tidak langsung merupakan guru bagi temannya yang lain.Kepribadian seorang teman akan nampak pada diri temannya yang lain. Begitu juga dengan etika, pergaulan dan hubungannya dengan orang lain. Rasulullah SAW bersabda :

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

 

Artinya : “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, ‘Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat’,” (H.R. Abu Dawud).

 

Pergaulan adalah interaksi Timbal balik antara dua orang atau lebih, jadi saling mempengaruhi kepribadian adalah hal yang lumrah dalam hal pergaulan. Maka dari itu Islam menganjurkan untuk bergaul bersama orang yang bertakwa dan berilmu.

 

Imam Ali ra. Berkata: “Bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu, niscaya kalian bisa mengambil manfaatnya, karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya). Jauhilah kerusakan, sungguh jangan bergaul dengan orang-orang yang rusak (moral)nya,karena bergaul dengan mereka akan menular kepada anda, dan itu sudah terbukti. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya), karena itu akan menular kepadamu, seperti orang yang sehat tertular dari orang yang berkudis. Pilihlah temanmu, dan pilihlah dia sebagai suatu kebanggaan, karena sesungguhnya teman itu akan dikaitkan dengan teman bergaulnya.”

 

Oleh karena itu, Islam menganjurkan umatnya untuk berteman dengan orang-orang yang memiliki akhlak mulia dan berilmu agar mendapatkan manfaat positif dalam kehidupan. Imam Ali ra. juga menekankan bahwa bergaul dengan orang baik akan membawa kebaikan, sedangkan pergaulan dengan orang yang berakhlak buruk dapat menular dan merusak moral seseorang. Dengan demikian, memilih teman yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga diri dari pengaruh negatif dalam pergaulan.

 

Wallahu a’lam

Oleh Dani Fajar Mujtaba 

Sign Up Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Santri tidak hanya dibina untuk cerdas secara intelektual,
Learn More
tetapi juga matang secara emosional,
Learn More
dan yang paling utama, cerdas spiritualnya.
Learn more

Follow Ya

Terbaru